Sistem Periodik Unsur

Sejarah perkembangan Sistem Periodik Unsur adalah sebagai berikut.

 

1.       Hukum Triade Dobereiner

 

J.W. Dobereiner adalah ahli pertama yang menemukan adanya hubungan antara sifat kimia unsur dengan massa atom. Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam kelompok TRIADE, tiap-tiap kelompok unsur tersebut mempunyai tiga buah unsur. Misalnya :

 

 

Li Na K           Ca Sr Ba                Cl Br l

 

 

Dari hukum Triade Dobereiner ini ternyata di temukan bahwa untuk tiap kelompok, harga massa atom unsur yang di tengah (kedua) merupakan harga rata-rata dari massa atom unusr pertama dan ketiga.

 

Contoh : LI, Na, K

 

Massa atom Na = (massa atom Li + massa atom K)/2

 

Ar Na = (Ar Li + Ar K)/2

 

            = (7 + 39)/2

 

            = 23

 

 

Ket : Ar = massa atom relatif

 

2.       Hukum Oktaf Newlands

 

John Newlands menyusun unsur-unsur ke dalam suatu daftar unsur yang berdasarkan pada pertambahan kenaikan massa atomnya. Ternyata kemiripan sifat unsur akan berulang secara periodik tiap delapan unsur sekali, artinya :

 

-          Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan

 

-          Unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan

 

-          Unsur ketiga mirip dengan unsur kesepuluh, dan seterusnya.

 

3.       Hukum Mendeleyev

 

Dimitri Mendeleyev mengemukakan bahwa unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom dengan mengelompokkan persamaan sifat kimia dan sifat fisika yang dalam satu lajur vertikal secara periodik. Sifat-sifat unsur dalam penggolongan sistem mendeleyev merupakan fungsi periodik dari massa atomnya.

 

Keunggulan dari sistem periodik mendeleyev (sistem periodik bentuk pendek) adalah sebagai berikut.

 

a.       Keyakinan akan ramalannya tentang unsur-unsur yang belum di temukan

 

b.      Daftar unsur-unsur mendeleyev tidak mengalami perubahan setelah penemuan unsur-unsur gas mulia.

 

4.       Sistem periodik bentuk panjang

 

Sistem periodik bentuk panjang merupakan sistem periodik yang di susun berdasarkan kenaikan nomor atom dari unsur-unsurnya. Jadi, dalam sistem periodik ini sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Perbedaan sistem  periodik betuk panjang  dengan sistem periodik bentuk pendek adalah pada penyusunan unsur-unsur golongan transisi, yaitu sederet dengan unsur-unsur golongan utama yang di letakkan antara golongan IIA dan golongan IIIA. Jadi, dalam sistem periodik ini ada 16 golongan unsur, yaitu 8 golongan unsur utama dan 8 golongan unsur transisi, yang mengakibatkan bentuknya menjadi lebih panjang.

 

Karena dalam penyusunan unsur-unsur pada bentuk sistem periodik bentuk panjang sudah digunakan cara-cara yang modern, untuk selanjutnya di sebut SISTEM PERIODIK MODERN.

 

sistem-periodik-unsur-unsur-kimia

Pada sistem periodik modern terdapat dua jalur, sebagai berikut.
a.       Lajur vertikal (golongan)
Golongan di bagi menjadi dua sebagai berikut.
1)      Golongan Utama (Golongan A)
Pada golongan utama terdapat 8 golongan seperti pada tabel berikut ini.
No
Golongan
Jumlah Unsur
Banyaknya Elektron pada Kulit Terluar
Nama Golongan
1
2
3
4
5
6
7
8
IA
IIA
IIIA
IVA
VA
VIA
VIIA
VIIIA
6
6
5
5
5
5
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
Alkali
Alkali Tanah
Boron, Alumunium
Karbon
Nitrogen, Fosfor
Oksigen, Belerang
Halogen
Gas Mulia
2)      Golongan Transisi
Pada golongan Transisi juga terdapat 8 golongan yaitu : I B, II B, III B, IV B, V B, VI B, VII B, dan VIII B. khusus untuk golongan VIII B terdiri atas tiga golongan unsur, sehingga pada golongan B sebenarnya terdapat 10 golongan unsur.
b.      Lajur Horizontal (periode)
Dalam Sistem Periodik Unsur terdapat 7 periode, yaitu tiga periode pendek, 2 periode panjang, 1 periode sangat panjang dan 1 periode belum lengkap.
Pada sistem periodik modern juga terdapat unsur-unsur golongan Lantanida, yaitu unsur-unsur yang terletak pada periode 6 dengan nomor atom 58 sampai 71 dan unsur-unsur golongan aktinida, yaitu unsur-unsur yang terletak pada periode 7 dengan nomor atom 90 sampai 103.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s